Companies that Pollute Our Oceans

Pada Tahun 2050 Jumlah Plastik di Laut akan Lebih Banyak dari Ikan

Setiap menit satu truk sampah dibuang ke laut dan membuat situasi semakin parah.

Hanya 5% kemasan plastik yang didaur ulang secara efektif, masalah sampah yang membunuh satwa liar telah melampaui batas kewajaran dan menghancurkan ekosistem kita. Sebuah laporan terbaru dari para ilmuwan, plastik dapat merembes ke dalam makanan kita, mempengaruhi kesehatan manusia dan kesuburan alami kita.

Pada Tahun 2050 Jumlah Plastik di Laut akan Lebih Banyak dari Ikan

Sebagai seorang pelaut, Dame Ellen MacArthur telah melihat lebih banyak laut di dunia dibanding orang lain. Sekarang dia memperingatkan bahwa akan ada lebih banyak limbah plastik di lautan dibandingkan ikan pada tahun 2050, kecuali jika kita semua membuat perubahan dari penggunaan produk kemasan plastik.

Kantong plastik, botol plastik dari air kemasan dan minuman ringan, dan limbah kemasan makanan patut disalahkan karena prosedur pembuangan sampah yang ilegal.

Sekarang persoalannya telah menjadi sebuah masalah dimana 11 wilayah seukuran benua di lautan utama dunia tercampur dengan limbah plastik, sebuah zat yang membutuhkan waktu lama hingga ribuan tahun untuk bisa terurai di lingkungan alam. Seratus ribu hewan laut termasuk kura-kura, lumba-lumba, burung dan paus mati karena limbah plastik yang berada pada proporsi epidemik. Di pulau Midway, Samudera Pasifik, 2 pertiga bayi burung laut langsung mati setelah lahir karena konsumsi plastik. “Dari kejauhan tercium bau kematian” kata seorang sumber militer AS yang melakukan perjalanan ke pulau itu secara teratur.

Saat ini, Asia menyumbang sekitar 70%-80% limbah yang dibuang, negara Vietnam, Filipina, Cina, India dan Bangladesh terhitung sebagai negara mayoritas pembuang plastik.

Menurut laporan, produksi plastik telah meningkat dua puluh kali sejak tahun 1964, mencapai 500 juta ton pada tahun 2016. Diperkirakan akan menjadi dua kali lipat dalam 20 tahun ke depan dan hampir empat kali lipat pada tahun 2050.

Meskipun permintaan meningkat, hanya 5% plastik yang didaur ulang secara efektif, sementara 40% berakhir di tempat pembuangan akhir dan sisanya di ekosistem rapuh seperti lautan di dunia.

Laporan terbaru mengatakan bahwa setiap tahun “setidaknya 8 juta ton plastik terbuang di laut dimana setara dengan membuang satu truk sampah ke laut setiap menitnya. Jika tidak ada tindakan yang diambil, maka hal ini diperkirakan akan meningkat dua kali lipat per menit pada tahun 2030 dan empat kali lipat per menit di tahun 2050.

“Dalam perhitungan bisnis, lautan diperkirakan mengandung satu ton plastik untuk setiap tiga ton ikan di tahun 2025 dan pada tahun 2050 akan lebih banyak plastik dibandingkan ikan [oleh weight]”.

 

Plastik di laut, hari ini dan tahun 2050

Kantong plastik yang dibuang sembarangan dapat terurai di laut, terutama di perairan yang lebih hangat, namun proses tersebut melepaskan bahan kimia beracun yang dapat dicerna oleh ikan dan berakhir dalam rantai makanan manusia.

Laporan menyimpulkan bahwa industri plastik secara komprehensif gagal menangani masalah ini.

Ellen MacArthur telah menjadi seorang advokat untuk ‘circular economy’. MacArthur merupakan orang yang telah memecahkan rekor tercepat mengelilingi dunia pada tahun 2005, dia mengatakan bahwa diperlukan reformasi mendasar. Visinya adalah untuk sebuah “ekonomi plastik yang baru” di mana industri, pemerintah dan warga negara bekerja sama untuk memastikan bahwa plastik tidak pernah menjadi limbah dan mengurangi pencemaran ke dalam sistem alam. “Secara bersama-sama semuanya dapat didaur ulang dan dikembalikan menjadi uang untuk orang lain.”

 

Apa yang Saya Bisa Bantu?

  1. Berhenti menggunakan Tas Plastik – Sebisa mungkin gunakan kembali tas Anda dan anjurkan ke orang lain untuk melakukan hal yang sama.
  2. Jangan membeli makanan dan minuman yang Berwadah Plastik – Jika Anda punya pilihan, belilah minuman Anda dalam kaleng aluminium atau wadah yang dapat di daur ulang. Mengubah kebiasaan konsumsi Anda berarti bisnis seperti Nestle dan Coca Cola akan dipaksa untuk berinovasi dan mengubah kemasan mereka.
  3. Ajak teman dan keluarga Anda untuk melakukan hal yang sama. Secara bersama-sama kita bisa membuat perubahan.
  4. Kurangi, Gunakan Kembali dan Daur Ulang plastik yang Anda gunakan saat ini di dalam kehidupan Anda.